Selesaikan Konflik dengan Jenis Komunikasi Ini
Konflik sering kali terjadi dalam kehidupan berorganisasi. Konflik bisa timbul karena adanya perbedaan kepribadian, pandangan, hingga kepentingan tujuan di dalam organisasi.
Dikutip dari Fisher dalam penelitian Tri Widyastuti berjudul Pengaruh Komunikasi Asertif terhadap Pengelolaan Konflik (2017), agar konflik tidak meluas dan berlarut-larut, maka diperlukan adanya manajemen konflik.

Upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan dan memberikan serangkaian pendekatan dan alternatif yang dapat mendorong perubahan perilaku positif. Salah satunya dengan melakukan pendekatan komunikasi asertif.
omunikasi asertif adalah strategi komunikasi melalui penyampaian secara terbuka, namun dengan tetap menjaga rasa hormat kepada orang lain. Dengan kata lain, komunikasi asertif memandang pendapat dan ide orang lain sama pentingnya dengan pendapat dan ide diri sendiri.

Eric Garner dalam bukunya Aseertiveness: Reclaim Your Assertive Birthright (2012) menyebutkan terdapat enam prinsip dalam berkomunikasi secara asertif. Berikut uraiannya:
1. Mendengar
Prinsip dalam berkomunikasi asertif adalah mendengarkan secara saksama informasi yang sedang disampaikan lawan bicara untuk mengetahui akar atau sumber permasalahan.
2. Menyatakan Harapan dengan Jelas
Setelah mengetahui perspektif dari lawan bicara, kita juga wajib menyampaikan harapan secara lugas, jujur, dan jelas. Tujuannya, agar lawan bicara memahami permasalahan ditinjau dari berbagai sisi.
3. Memperhatikan
Dalam berkomunikasi asertif selalu berupaya memberikan perhatian dan fokus pada hal yang terjadi dan masalah yang ada. Artinya, topik yang dikomunikasikan tidak melebar dan keluar dari inti permasalahan.
4. Kompromi dan Negosiasi
Keduanya berkaitan dengan proses penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan.
5. Gigih dan Sabar
Menghargai pendapat lawan bicara bukan berarti mengenyampingkan pendapat pribadi. Tetapi tetap menyampaikan pendirian dan sabar dalam kondisi apa pun.
6. Memberikan Kritik yang Efektif
Komunikasi asertif memerlukan tanggapan, masukan atau saran yang positif dan membangun.
Itulah enam prinsip dalam berkomunikasi asertif yang dapat diimplementasikan dalam komunikasi berorganisasi untuk menyelesaikan konflik.

